WebSite Builder
Sub Menu  |  Sub Menu

Buku Pak Harto The Untold Stories

Keindahan, Pengabdian dan Kesenduan yang Baru Terungkapkan
Alunan gending Jawa  menyambut setiap tamu yang datang di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indonesia di pagi hari 8 Juni 2011. Semua mengenakan batik bermotif khas Indonesia, penuh senyum. dan tegur sapa. Pagi itu Ibu H. Siti Hardiyanti Rukmana meluncurkan Buku Pak Harto The Untold Stories, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Ruh dan kharisma Pak Harto terasa menyergap begitu WI tiba di pelataran museum. Foto Pak Harto berseragam Jenderal Besar TNI Angkatan Darat, dengan tongkat komando diapit lengan kiri dan tangan kanan memberi hormat dan rambut yang memutih di balik topi. Di atas foto tertera falsafah Jawa: Nguluruk tanpa Bala – menyerang tanpa pasukan, Sugih ora Nyimpen – kaya tanpa menyimpan harta, Sekti tanpa Maguru – sakti tanpa berguru, Menang tanpa Ngasorake – unggul tanpa mengalahkan / me- rendahkan.

peluncuran buku Pak Harto_300px

 
Aura dan Energi Pak Harto Sangat Kuat

Bagi yang  pernah bertatap muka langsung dengan Pak Harto, foto-foto beliau sangat menggugah kenangan. Seperti diungkapkan politisi muda, Fadli Zon, yang pemahamannya mengenai Pak Harto langsung berubah setelah bertemu Pak Harto sekitar 1997. 

“Saat berbincang dan berdialog, saya merasakah kharisma Pak Harto. Sangat terasa adanya aura dan energi kuat yang melingkupinya. Senyumnya tak dibuat-buat, kata-katanya terukur, menunjukan kepemimpinan yang berwibawa,” ungkap Fadli Zon. Ia juga salah satu narasumber Pak Harto The Untold Stories.

Pagi itu Fadli Zon  hadir dalam acara, bersama ratusan undangan yang terdiri dari kerabat, mantan ajudan dan sejumlah mantan pejabat, termasuk Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Saya memiliki banyak alasan untuk tetap hormat kepada para pemimpin bangsa kita. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya sebagai manusia biasa, mereka semua telah berperan sangat besar pada eranya masing-masing. Mengenai Pak Harto, hal yang saya lihat paling menonjol dari dirinya adalah kemampuannya membangun dan mengangkat harkat rakyat kecil, kharismanya yang melampaui batas-batas teritori negara yang dipimpinnya, serta kepemimpinannya” demikian ditulis Pak Jusuf Kalla sebagai bagian dari kata pengantar buku.

Kepemimpinan yang kuat itu, menurut Pak Jusuf Kalla,  antara lain dibuktikan Pak Harto melalui kemampuannya membawa kemudi bangsa ini selama lebih dari tiga puluh satu tahun.   

“Itu sungguh suatu hal yang sangat tidak mudah untuk dilakukan. Kharisma Pak Harto - seperti juga Bung Karno- telah menempatkan Republik Indonesia pada level yang tidak dapat lagi diperlakukan secara semena-mena oleh bangsa lain,” lanjut Pak Jusuf Kalla

 

Print the article: Buku Pak Harto The  Untold Stories  

Arumi Baschin - Kembalinya Si Anak Hilang


   
arumi   “Kami sedang menikmati kebahagiaan karena bisa berkumpul kembali bersama Arumi,” tandas Rudi.
“Anak yang hilang sudah kembali,” sambung Maria, tersenyum.

Selama dalam perlindungan LPSK, Arumi berada di satu tempat yang tidak banyak berpindah. Pemeriksaan polisi terhadap Arumi tidak dilakukan di kantor kepolisian. Begitu pun dengan jadwal konseling dilakukan di luar Rumah Aman.
“Hal ini justru membuat Arumi senang. karena dengan begitu dia bisa refreshing. Selama di luar, kami pastikan dia aman, tidak ada yang kenali dia.
Tapi kadang ada juga orang yang masih mengenali dia. Padahal dia sudah ditutupi, pakai jaket, topi, atau jilbab. Disamarkan deh,” tutupnya.

arumi_300x200

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) kian populer ketika menangani kasus Arumi Bachin. Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Lies Sulistiani mengakui kasus Arumi merupakan kasus anak yang pertama kali ditangani pihak LPSK dan cukup menguras tenaga.
Usai sudah penantian panjang Maria dan Rudi Bachsin akan anaknya, Arumi Bachsin yang sudah pulang pada kedua orang tuanya setelah 7 bulan lamanya  pergi meninggalkan rumah.

“Alhamdulillah, inilah kebenaran bahwa apa yang kami yakini selama ini dapat terwujud. Sebagai Ibu, saya senang lantaran Arumi bisa berkumpul kembali bersama keluarga, walaupun kami harus menunggu selama 7 bulan. Dasar dari sebuah keluarga adalah Ibu. Ibu yang normal tidak akan melakukan hal yang aneh.

Itulah mengapa saya yakin jika suatu hari nanti Arumi akan kembali pada keluarga, dan itu terbukti saat ini,” ungkap Maria, bahagia.

 
Print the article: Arumi Baschin - Kembalinya Si Anak Hilang  

Tania & Tommy Kurniawan -- Cinta Tanpa restu Orang Tua

tomy_tania_2_250x350

Tabloid WANITA INDONESIA
Edisi 1113 – Terbit : Jumat, 29 April 2011

Tommy Kurniawan mempersunting Fatimah Tania Nabila, 11 April 2011. Sejak awal hubungan keduanya tak direstui Hanna Hasanah Fadel Muhammad, ibunda Tania. Pernikahan Tommy dan Tania terlaksana atas izin ayah kandung Tania, Salim Reza Alatas yang memberikan kuasanya kepada wali hakim, dalam hal ini penghulu. Hana dan ayah kandung Tania bercerai sejak lama. Tania Nadira protes keras pada Mamanya. “Ma, aku sudah lebih dari 17 tahun, aku berhak menentukan tinggal dengan siapapun. Apapun yang terjadi, aku tidak mau dipisahkan dengan Tommy.” Tania takut, mamanya akan memisahkan dirinya secara paksa, akan membawanya terbang ke luar negeri supaya tidak bertemu Tommy lagi.

     
Print the article: Tania & Tommy Kurniawan -- Cinta Tanpa restu Orang Tua  
Features

Goyang Menawan Norman Khan

briptu_norman-thumb-200    

Suaranya memang tak semerdu Shahrukh Khan, wajahnya pun masih kalah ganteng. Namun video Norman bergoyang Chaiyya Chaiyya, dalam waktu singkat  telah diunduh lebih dari satu juta kali, mengalahkan versi asli  milik seniman fenomenal India itu.

Sementara para pedagang VCD dan DVD pun kecipratan rezeki dengan popularitas yang mendadak digapai Briptu Norman Kamaru, anggota Brigade Mobil (Brimob) Gorontalo.  Keping VCD lagu Chaiyya-chaiyya ala Norman pun laku keras di pasaran.

“Sehari-hari  bisa laku 10 sampai 15 keping, harganya Rp10 ribu," ujar seorang penjual VCD di kawasan Glodok, Selasa 12/4.
Dalam VCD tersebut  ada rekaman Norman berjoget saat dirinya sedang menjalankan tugas sebagaimana yang dipublis situs Youtube,  dicampur dengan sejumlah lagu-lagu India. Wajah manis Norman pun menjadi cover DVD berjudul Bollywood Hits with Norman Kamaru. Berpakaian dinas, Norman diapit oleh dua atis Bollywood Shahrukh Khan dan Prity Zinta. Dua artis Sungai Gangga itu memang sangat difavoritkan oleh Norman, seperti yang diakuinya saat ditemui Wanita Indonesia dalam syuting acara Bukan Empat Mata yang dipandu Tukul Arwana di stasiun TV Trans 7, Kamis 7/4.


Mimpi Indah Norman Khan

Norman mendadak terkenal setelah video dirinya yang tengah bernyanyi lip sync lagu Chaiyya Chaiyya, disebarkan ke Youtube. Di dalam video itu, Norman dengan luwes menggerakkan badan dan tangannya mengikuti gaya Shahrukh Khan. Sesekali ia mengedipkan mata, ciri khas gaya film Bollywood. Tak pelak, Norman pun didaulat sebagai duta polisi untuk menunjukkan wajah ramah pada masyarakat. Jika selama ini anggota polisi, apalagi Brimob yang identik tegas dan garang, ternyata bisa lucu, bersahabat dan memberikan hiburan.
Pria asal Gorontalo ini pun menjelma menjadi artis yang terus mendapat tawaran tampil di televisi. Lihat saja, mendapat izin seminggu  meninggalkan markas komando di Gorontalo, hampir semua stasiun televisi di Jakarta, mengundang Norman.  Bahkan  pengujung pekan lalu, Sabtu 9/4 Norman tampil di panggung off air Overa Van Java (OVJ) di Central Parkir, Kuta, Bali. Dengan luwes Norman mengimbangi akting kocak komedian-komedian kawakan seperi Sule, Azis, Parto, Nunung dan Andre Taulani di pulau Dewata itu. Oleh penonton yang antusias mengeluk-elukkannya, pria Gorontalo berdarah Ambon ini mendapat nama baru, Norman Khan.
Sebelum pentas spektakuler bersama artis-artis kondang Ibu Kota itu, Norman didaulat bergoyang India di depan dua Jenderal atasannya. Ia juga khusus dimintai menghadap pemimpin tertinggi dalam institusi karirnya, Kapolri Letjen (?) Timur Pradopo. Sebuah kesempatan langka, yang mungkin selama ini tak pernah terlintas di benak Norman. 
"Nama saya Norman Kamaru berpangkat Briptu. Saya biasa dipanggil Oman. Saya asli dari Gorontalo," kata Norman saat diminta memperkenalkan diri pada wartawan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, Jumat 8/4.
Setelah menceritakan sedikit mengenai latarbelakang bagaimana video itu bisa beredar, Norman lalu diminta beraksi seperti dalam video berjudul "Polisi Gorontalo Menggila" berdurasi 6 menit 30 detik. Berada di antara Anton yang berpangkat jenderal bintang dua dan Untung Yoga Ana (Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri)  yang berpangkat jenderal bintang satu, Norman lalu berjoget sambil bernyanyi sepenggal lagu Chaiyya Chaiyya. Wartawan dan puluhan pegawai humas Polri, termasuk para jenderal, langsung bersorak seusai dia beraksi. Norman kembali bernyanyi satu lagi India lain setelah dipaksa. Kali ini, lagu diawali dengan siulan.

            "Bapak Kapolri tidak marah, malahan beliau memberi kesempatan untuk melanjutkan hobi saya menyanyi," ujar Norman, usai menggoyang Mabes Polri, Jakarta.

            Wah, Norman tadi malam mimpi kejatuhan apa ya ?
Print the article: Goyang Menawan  Norman Khan  
Google+
Galeri
Iklan Mini Banner
Link Artikel