WebSite Builder
    

Dian Sastrowardoyo, Belajar Menjadi Ibu yang Baik

oleh : Diah Fauziah, Foto : Roy Genggam  

Dian Sastrowardoyo
Kehadiran anak membuat prioritas hidup Dian Sastrowardoyo berubah seratus delapan puluh derajat. Segala perhatiannya kini terpusat pada anaknya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo.

Dian bercerita, pada bayinya yang kini berusia enam bulan dan sudah bisa tengkurap itu, ia memberikan panggilan kesayangan Shaien. “Alhamdulillah, Shaien sehat. Sekarang lagi lucu-lucunya, membuat saya tidak ingin jauh darinya ,” kata Dian, tertawa riang.

Anak Tahu Ibu Mencintainya

Tentang bagaimana menjadi Ibu yang baik, Dian mengungkapkan, “Saya ingin menjadi seorang Ibu yang bisa memastikan bahwa anak saya tahu saya mencintainya, selalu ada saat anak memerlukan saya, berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhannya.”

Bersama suaminya, Indraguna Sutowo, Dian sudah mempunyai rencana terkait pendidikan seperti apa yang akan diterapkan untuk buah hatinya. “Saya percaya bahwa masa usia emas seorang anak itu di usia 1-6 bulan. Saat itu sangat penting untuk perkembangan otak, seperti gabus yang menyerap banyak pengetahuan. Jadi, saya dan suami berusaha memanfaatkan masa ini dengan senantiasa mendampingi bayi saya dan memberikan beberapa latihan pengajaran yang saya pelajari mampu meningkatkan kemampuan otaknya, salah satunya dengan metode glen doman dan flash card,” ucap Dian.

Hingga saat ini, Dian masih memberikan ASI eksklusif untuk anaknya. “Sampai maksimal saya bisa dan melihat kondisi bayi saya juga,” ucap Dian, saat ditanya sampai kapan ia akan memberikan ASI untuk Syailendra.

Cantik Luar Dalam

Dian mengaku saat ini sudah mulai diet untuk mengembalikan bentuk badannya seperti semula. Dan, diet itu tidak semata-mata karena ingin tubuh langsing.

“Saya diet, tapi tidak memaksakan diri karena sampai sekarang saya masih menyusui. Dan, tujuan saya diet karena ingin menjadi lebih sehat, bukan hanya mengurangi berat badan,” tutur Dian.

Mengenai perawatan penampilan usai melahirkan, Dian juga tak terlalu menganggap itu persoalan besar. “Saya percaya bahwa cantik itu luar dalam, dan merawat badan adalah salah satu wujud kita menghargai anugerah Tuhan. Dan harus diimbangi dengan kestabilan emosi dan kedewasaan kita juga,” ucap Dian, tersenyum

Google+
Galeri
Iklan Mini Banner
Link Artikel