“Sehari-hari bisa laku 10 sampai 15 keping, harganya Rp10 ribu," ujar seorang penjual VCD di kawasan Glodok, Selasa 12/4. Dalam VCD tersebut ada rekaman Norman berjoget saat dirinya sedang menjalankan tugas sebagaimana yang dipublis situs Youtube, dicampur dengan sejumlah lagu-lagu India. Wajah manis Norman pun menjadi cover DVD berjudul Bollywood Hits with Norman Kamaru. Berpakaian dinas, Norman diapit oleh dua atis Bollywood Shahrukh Khan dan Prity Zinta. Dua artis Sungai Gangga itu memang sangat difavoritkan oleh Norman, seperti yang diakuinya saat ditemui Wanita Indonesia dalam syuting acara Bukan Empat Mata yang dipandu Tukul Arwana di stasiun TV Trans 7, Kamis 7/4. Mimpi Indah Norman Khan Norman mendadak terkenal setelah video dirinya yang tengah bernyanyi lip sync lagu Chaiyya Chaiyya, disebarkan ke Youtube. Di dalam video itu, Norman dengan luwes menggerakkan badan dan tangannya mengikuti gaya Shahrukh Khan. Sesekali ia mengedipkan mata, ciri khas gaya film Bollywood. Tak pelak, Norman pun didaulat sebagai duta polisi untuk menunjukkan wajah ramah pada masyarakat. Jika selama ini anggota polisi, apalagi Brimob yang identik tegas dan garang, ternyata bisa lucu, bersahabat dan memberikan hiburan. Pria asal Gorontalo ini pun menjelma menjadi artis yang terus mendapat tawaran tampil di televisi. Lihat saja, mendapat izin seminggu meninggalkan markas komando di Gorontalo, hampir semua stasiun televisi di Jakarta, mengundang Norman. Bahkan pengujung pekan lalu, Sabtu 9/4 Norman tampil di panggung off air Overa Van Java (OVJ) di Central Parkir, Kuta, Bali. Dengan luwes Norman mengimbangi akting kocak komedian-komedian kawakan seperi Sule, Azis, Parto, Nunung dan Andre Taulani di pulau Dewata itu. Oleh penonton yang antusias mengeluk-elukkannya, pria Gorontalo berdarah Ambon ini mendapat nama baru, Norman Khan. Sebelum pentas spektakuler bersama artis-artis kondang Ibu Kota itu, Norman didaulat bergoyang India di depan dua Jenderal atasannya. Ia juga khusus dimintai menghadap pemimpin tertinggi dalam institusi karirnya, Kapolri Letjen (?) Timur Pradopo. Sebuah kesempatan langka, yang mungkin selama ini tak pernah terlintas di benak Norman. "Nama saya Norman Kamaru berpangkat Briptu. Saya biasa dipanggil Oman. Saya asli dari Gorontalo," kata Norman saat diminta memperkenalkan diri pada wartawan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, Jumat 8/4. Setelah menceritakan sedikit mengenai latarbelakang bagaimana video itu bisa beredar, Norman lalu diminta beraksi seperti dalam video berjudul "Polisi Gorontalo Menggila" berdurasi 6 menit 30 detik. Berada di antara Anton yang berpangkat jenderal bintang dua dan Untung Yoga Ana (Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri) yang berpangkat jenderal bintang satu, Norman lalu berjoget sambil bernyanyi sepenggal lagu Chaiyya Chaiyya. Wartawan dan puluhan pegawai humas Polri, termasuk para jenderal, langsung bersorak seusai dia beraksi. Norman kembali bernyanyi satu lagi India lain setelah dipaksa. Kali ini, lagu diawali dengan siulan. "Bapak Kapolri tidak marah, malahan beliau memberi kesempatan untuk melanjutkan hobi saya menyanyi," ujar Norman, usai menggoyang Mabes Polri, Jakarta. Wah, Norman tadi malam mimpi kejatuhan apa ya ? |