Atiqah HasiholanSabtu siang pekan lalu, wanita cantik yang genab berusia 30 tahun pada 3 Januari ini memenuhi undangan WI untuk sesi pemotretan dan wawancara. Penampilannya terlihat segar, Perbincangan hangat pun mengalir bersamanya. Anda dinilai sebagai bintang paling bersinar saat ini? Bagaimana Anda mencapai posisi daya tawar saat ini? Impian Terpendam Tiqa kurang berminat menulis skenario. “Itu bukan bidangku. Saya mencoba dan merasa kesulitan melanjutkannya. Kadang, ibu saya gemas, ‘Ayo Tiq, kamu pasti bisa’. Ibu bilang begitu karena saya dulu suka bikin puisi untuknya. Tidak tahu kenapa, sekarang menulis puisi susah minta ampun. Berat banget buat menulis. Dulu, saya coba bikin artikel, malah stres sendiri. Hehehe…. Sampai Ibu bilang, ‘Tiq, perlakukan tulisan kamu itu bagaikan anak kamu. Kamu mau bikin anak kamu ini apa? Pintar, lucu atau apa? Perlakukan tulisanmu dengan perasaanmu’. Cukup deh, karena saya tahu itu bukan bidang saya,” cerita Tiqa, tergelak ringan. Teman Berbagi Nomor 1 Seseorang yang paling berpengaruh dalam pembentukan kepribadian Atiqah adalah ibundanya, Ratna Sarumpaet. “Ibu adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Dia itu (menghela napas panjang) orang yang sangat mendukung saya. Di dunia entertain ini saya berkarier di bidang akting, dia adalah orang yang memperkenalkan saya dengan akting, menjadi teman berbagi nomor satu dalam pekerjaan saya ini,” tutur Tiqa. Ibunya seorang seniman sekaligus aktivis. Tiqa mengaku belum terbit minatnya untuk mengikuti jejak ibunya sebagai aktivis. ”Mungkin saya akan melakukan dengan cara berbeda. Ini bukan soal aktivis, tapi tentang bagaimana kamu peduli pada masalah sosial. Ibu saya punya kelebihan secara verbal dan banyak hal yang kemudian mengubahnya menjadi seorang aktivis. Saya dengan cara berbeda, tapi kami memiliki kesamaan di bidang sama, yakni isu sosial. |

