WebSite Builder
    
Home page - Artikel - Selebriti - Melissa Karim, Saya Tak Mau Mendikte Tuhan
 15-Jan-2012   Print current page   Show this page in the map

Melissa Karim, Saya Tak Mau Mendikte Tuhan

oleh : Diah Fauziah, foto : Wiwid.
Melissa Karim
Umumnya orang membuat resolusi jelang tahun baru, tapi ini tak berlaku buat Melissa Karim. Padahal di depan matanya terhampar dua tahun baru, masehi dan imlek. “Saya tidak percaya resolusi,” katanya, rileks.

Melissa juga bukan wanita biasa. Ia mengaku tidak terlalu senang waktu hamil. Yang dirasa malah punggungnya pegal, sangat mengganggu. Tapi begitu lahir buah hatinya, Jazz Tikvatenu Tampubolon pada 3 April 2011, jiwanya bersorak.

Melissa yang suka menunda ini tak bisa menunda apapun untuk Jazz. Keasyikan dengan Jazz, ia sampai ‘lupa’ pada suaminya, Ralph Tampubolon. Ia bercerita banyak tentang peran barunya sebagai Ibu, Jazz, bakat-bakatnya, harapan, juga tradisi imlek dalam keluarganya.

Tak ada bedanya tanggal 1 Januari dan 31 Desember. Saya suka yoga, tantangan terbesarnya adalah malas latihan sendiri di rumah, padahal itu adalah dasar bagi kehidupan seorang yang menerapkan gaya hidup yoga. Kalau tidak bisa pergi ke kelas yoga, saya harus yoga sendiri di rumah. Tapi saya malas banget buka karpet di rumah. Apakah saya yang malas pada 31 Desember 2011 itu tiba-tiba akan rajin di tanggal 1 Januari 2012? Saya pikir tidak. Saya tidak akan berubah dalam waktu satu malam. Jadi, saya pikir pergantian tahun bukan berarti kita berubah total. Ambil waktu dan proses supaya saya berubah, itu lebih masuk akal. Mungkin kalau tak terjadi di 2012, siapa tahu di 2013 atau tak terjadi sama sekali. Jujur, saya orang yang suka menunda. Ini tantangan terbesar buat saya. Satu hal yang membuat saya tidak bisa menunda adalah Jazz.

Imlek buat saya itu artinya saya harus bagi-bagi angpao. Karena sudah punya anak, sudah jadi Ibu. Kalau tahun lalu, masih sempat kabur. Pokoknya sejak menikah selalu kabur pas imlek. Dulu (kabur) ke Sidney. Tahun ini harus di rumah karena si Jazz harus bertemu kakek, nenek, om, tante. Artinya tahun ini saya harus mulai bagi-bagi angpao.

Imlek juga adalah waktu kumpul bersama saudara yang masih merayakan imlek, karena kami jarang banget punya waktu kumpul bersama keluarga besar. Keluarga besar saya itu banyak banget. Mamaku 10 bersaudara ditambah 7 kakak dan adik sepupu. Biasanya mereka kumpul pas imlek. Kalau papaku cuma berempat, itupun keliling-keliling, ada yang di London, Paris. Nah, kebetulan akhir Januari ini, salah satu sepupuku yang tinggal di Paris, pulang ke Indonesia untuk menikah. Jadi, kami semua akan kumpul mulai dari imlek.

 
Home page - Artikel - Selebriti - Melissa Karim, Saya Tak Mau Mendikte Tuhan
Google+
Galeri
Iklan Mini Banner
Link Artikel