WebSite Builder
    
Home page - Aktual - Kisah Cinta Ibas-Aliya
 04-Dec-2011   Print current page   Show this page in the map

Kisah Cinta Ibas-Aliya

oleh : Siti Afifiyah

Mempelai pria dari tanah Jawa, mempelai wanita dari bumi Sriwijaya, Sumatera. Menjadi salah satu keinginan pasangan pengantin baru ini adalah menonjolkan unsur kedua budaya, Jawa dan Palembang dalam rangkaian pernikahan  mereka.

Adalah Gadiza Fauzi, presenter berita Metro TV yang dipercaya menjadi Maste rof Ceremony atau pemandu acara dalam  dalam acara malam Midodareni dan ’berpacar’ Aliya, Selasa 22/11 lalu. Gadiza tak lain adalah sahabat Reza Rajasa dan Azima Rajasa, kakak dan adik kandung Aliya. Persahabatan mereka  terjalin erat, lantaran kedua orang tua mereka  sama-sama orang Palembang “Karena bersahabat dengan Reza  dan Azima, aku juga dekat dengan Aliya dan keluarga besarnya.

 

’Ibas Itu Tidak Pendiam’

Kapan benih-benih cinta anak Presiden dan anak Menko Perekonomian ini bermula, sepengetahuan Gadiza sudah terjadi sejak lama. Tepatnya dalam sebuah acara syukuran kelahiran putri Agus Harimurti, kakak kandung Ibas.   

Sayangnya, belum sampai terjalin sebuah hubungan, antara keduanya tidak pernah bertemu lagi, karena baik Aliya maupun Ibas punya kesibukan masing-masing. Ibas sibuk dengan tugas-tugasnya di partai dan sebagai wakil rakyat.

Sementara Aliya ketika itu harus terbang ke London melanjutkan kuliah S2 nya di London.  Namun, ibarat pepatah usang yang mengatakan ‘kalau sudah jodoh tak akan pernah pergi kemana’, walau sudah terpisahkan oleh benua,  toh antara keduanya tak dapat menyembunyikan rasa ketertarikan itu.

“Pada waktu acara syukuran kelahiran Aira sudah terlihat kalau Ibas dan Aliya kayak orang naksir-naksiran. Karena mata mereka kan nggak bisa berbohong lah. Tapi belum sempat diungkapkan, mereka sepertinya sudah sibuk dengan aktifitas masing-masing. Ditambah lagi begitu lulus S1 dari ITB, Aliya langsung meneruskan S2 di London,” ujar Gadiza yang menyebut sosok Aliya sebagai sosok lincah, periang, supel dan berjiwa sosial tinggi.

Kira-kira baru satu tahun  ke belakang, menurut Gadiza lagi,  mereka  intens menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih. Tepatnya ketika keduanya bertemu kembali dalam sebuah acara silaturahmi, antara keluarga besar presiden dengan keluarga anggota kabinet Indonesia Bersatu. yang digelar di Istana Cipanas.

Aliya sangat mengagumi sosok Ibas yang dinilainya sangat berwawasan luas.  Tak Ibas pun memperlakukan Aliya dengan manja.

”Mas Ibas orangnya ngemong. Dia banyak ngajarin aku. Wawasannya sangat luas,” begitu penilaian Aliya yang dikutip Gadiza.

Aliya juga membantah penilaian ayahnya yang menyebut Ibas sebagai sosok pria pendiam.

“Kalau menurut Aliya, justru Ibas orangnya periang, humoris. Kan memang ada  karakter orang yang bisa cair banget dengan orang yang  sudah dekat  dengan dia ya. Ibas juga sosok yang romantis menurut saya. Waktu Aliya ulang tahun bulan April lalu, dia kasih kado bunga lho. Sama lah seperti pasangan kekasih lainnya,” lanjut Gadiza.

     
     
 
Home page - Aktual - Kisah Cinta Ibas-Aliya