WebSite Builder
    
Home page - Artikel - Selebriti - Briptu Norman ‘6 Bulan Menyanyi Beli Mobil, 6 Tahun Jadi Polisi Dapat Pangkat’
 26-Sep-2011   Print current page   Show this page in the map

Briptu Norman ‘6 Bulan Menyanyi Beli Mobil, 6 Tahun Jadi Polisi Dapat Pangkat’

oleh : Diah Fauziah.

Hampir 6 bulan Norman menjadi artis dadakan, ia sudah bisa membeli sebuah mobil sedan baru. Kini, sang Briptu siap meninggalkan kariernya di Brimob yang sudah 6 tahun ia geluti.

Tidak tanggung-tanggung, usai menyatakan pengunduran dirinya dari Korps Brimob kepada wartawan di Gorontalo,  Norman mengutus orang tua bersama enam keluarganya menemui Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam, untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya, Senin 19 September 2011.

Permintaan Si Anak Manja

Idris Kamarun dan Halimah Martinus, Ayah dan Ibu Norman tampak antusias menghadapi wartawan yang mengerumuni mereka di Mabes Polri. Kedua sepuh ini bertutur, Norman mengutarakan niatnya untuk mundur dari kepolisian pada kedua orang tuanya, Ramadhan lalu.

“Dia bilang, ‘Papa Mama, saya mau minta ijin. Mohon doa restunya, saya mau keluar dari Brimob.’ Kaget sih, tapi kami sudah berpikir jika anak sudah datang ke orang tua untuk minta doa restu, minta yang terbaik untuk dirinya, sebagai orang tua kami harus memberikan dukungan. Saya hanya bilang, ‘Kamu sudah pikir pilihan kamu itu yang terbaik? Jika sudah, jalani saja. Sebagai orang tua, kami akan mendukungmu.’ Itulah kenapa sekarang kami ada di Jakarta, untuk menyerahkan surat pengunduran diri Norman pada Mabes Polri,” ungkap Halimah, Ibunda Norman.

Idris pun bertanya apa alasan anaknya mau mengundurkan diri dari kepolisian.

“Dia tidak menjelaskan apa-apa, hanya bilang mau keluar dari Brimob. Biarlah dia yang menjawab alasannya jika sudah waktunya nanti. Memang sejak dulu pertama jadi polisi itu, dia sudah ada bakat ini. Waktu itu sih tidak ada masalah karena polisi bisa jalan terus, sementara bakatnya itu terserah bagaimana pengaturannya.

Awalnya sih kami menentang keinginan dia untuk berhenti dari polisi. Tapi yang perlu diingat adalah semua ketentuan itu datangnya dari Tuhan. semua yang menentukan jalan seseorang ke depan adalah tuhan. Walaupun dia mengawali karir sebagai polisi, ketentuan dari Tuhan mungkin lain, jadi kita tidak bisa menghindari itu. Sebagai orang tua, kami hanya mengikuti kemauan anak. Kalau menurut dia baik, ya kita mendukungnya,” ucap Idris.

Tidak ada tingkah laku aneh yang terjadi pada Norman. “Biasa saja, tidak ada yang berbeda. Kalau diperintahkan tugas, ya dia jalan. Kalau tidak, ya di asrama,” tutur pria kelahiran 1983 ini. “Kalau libur, dia baru pulang ke rumah. Ketika mengutarakan mundur, dia sedang libur tugas, makanya pulang ke rumah. Ini anak tidak tetap kapan liburnya. Kadang, 1 minggu itu (liburnya) dua kali. Pulang malam hari, tiba-tiba pagi harinya sedang tidur bersama kami. Ya, dia itu anak manja, masih tidur sama orang tuanya. Kalau Mama Papa tidur di depan televisi, dia masuk tidur di tengah-tengah orang tuanya. Hehehe… .” ucap Halimah.

 

Norman_kamaru

Berkebun pun Jadi

Sering curhat pada orang tuanya, tapi Norman tidak bercerita bagaimana kenyamanan yang ia dapatkan dari dunia entertaint, dunia yang baru digelutinya.

“Tidak ada cerita itu, kami pun tidak pernah bertanya. Ketika melihat penampilannya di tv, saya mengucapkan, ‘Wah, boleh juga nih anak saya di televisi’. Pada suami, saya juga bilang, ‘Pak, lihat kamu punya lawan.’ Lawan menyanyi, karena bapaknya ini juga hobi nyanyi. Dulu, Bapak juga hobi main teater, sering main sandiwara ketika masih nyong (muda). Jadi, bakatnya Norman itu dari bapaknya ini. Tapi bapak kan tidak tersalurkan, menurun pada Norman. Bangga, karena bakat Norman tidak sia-sia,” tutur Halimah.

Setelah diterima menjadi brimob, Norman bercita-cita untuk memberangkat orang tuanya naik haji.
“Mama dan Papa, insya aAlah, kalau ada rejeki nanti, saya berangkatkan kalian berdua haji. Keinginan itu muncul setelah dia masuk Brimob, jauh hari sebelum dia jadi penyanyi,” ucap Halimah. 

Lantas, apa nasihat untuk Norman? “Selama kami punya mata masih terbuka, mulut bisa bergerak, tidak putus nasihat sama anak. Semua anak dan cucu saya beri nasihat. Kalau saya nasihatin Norman itu, ‘Nyong, kamu jangan pulang malam, jangan lupa bertugas. Kalau latihan (nyanyi), jaga kondisi badan selalu.’ Jika dia meneruskan karir di entertaint saya yakin jika dia tidak akan aneh-aneh. Insya Allah, dengan doa restu dari kami, dengan kata nasihat dari kami, dia selalu ada di jalan yang benar,” harap Halimah.

Sebagai orang tua, Idris dan Halimah sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk untuk Norman jika anak bungsunya itu sudah resmi keluar dari kepolisian dan tidak lagi dipakai di dunia entertaint.

“Saya sudah siap dalam saya punya anak. Saya tidak takut dengan itu. Asal kita ini kan dari kebun. Ya sudah ada lahan buat dia untuk tanam kelapa, pisang, ubi. Tapi bukan Norman yang tanam, dia hanya mengawasi saja. Sebagai orang tua, kami sudah menyiapkan kemungkinan terburuk setelah dia resmi keluar dari brimob. Semua ini sudah dipikirkan matang-matang,” tutur Idris.

 
Home page - Artikel - Selebriti - Briptu Norman ‘6 Bulan Menyanyi Beli Mobil, 6 Tahun Jadi Polisi Dapat Pangkat’