![]() | Tampilan-tampilan kerudung yang kian bervariatif dan semakin mengikuti perkembangan tren, membuat persaingan pasar khususnya di bidang fashion semakin padat. Maka, pebisnis yang membidik para hijaber pun dituntut selalu kreatif dan inovatif. Salah satu tren baru, kerudung segi empat. “Secara pribadi, para hijaber atau pengguna jilbab membutuhkan kerudung yang nyaman, mudah digunakan, dan juga memiliki alternatif yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Fenomena itulah yang memotivasi kami menampilkan kreasi kerudung segi empat ini,” ujar Tia Wigati, salah seorang pengusaha toko Jilbab Square, di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Toko Jilbab Square ini dimiliki oleh empat orang wanita yakni Tia Wigati, Aju Isni Karim, Dewi Novianty, Irna Mutiara. Jenis produk yang dijual konsentrasi pada kerudung, dan aneka pelengkap kerudung seperti aksesoris, ciput, dan pakaian ‘daleman’ khusus untuk muslimah “Bisnis penjualan kerudung segi empat ini diawali sejak tahun 2007, akan tetapi digarap dengan serius pada tahun 2008, karena di tahun 2007 itu masih starting dan masih belum menemukan bentuk yang pas, seperti kami akan konsentrasi dimana. Pada awalnya modal yang kami dapatkan dari sharing, karena kita memiliki porsi sendiri-sendiri,”tutur Tia lagi. Keempat wanita ini tertarik memilih bisnis ini karena sebenarnya sejak awal dimulai dari kebutuhan pribadi. Dan pada waktu itu, lanjut Tia, mereka pun masih berbisnis kecil-kecilan. “Kami ingin menemukan gaya kerudung yang lebih personal sesuai dengan kepribadian kami. Karena kami melihat kerudung itu sendiri secara total look untuk busana muslim memiliki porsi yang cukup besar selain bajunya,”lanjut Tia.Apalagi dilihat dari segi bisnis, mereka melihat Indonesia tergolong pasar muslim terbesar di dunia. |