| Potret Buram Perempuan Tangguh Kisah yang tak kalah menarik serta menyentuh lainnya ialah Ulfie. Lewat tajuk “Ulfie Pulang Kampung”, kisah yang disutradarai oleh Daud Sumolang dan Nitta Nazyra C Noer ini mempunyai makna yang begitu dalam. Seorang transgender namun memiliki dilema ketika Ulfie yang berdarah Aceh, negeri yang menjunjung tinggi Syariat Islam, harus sembunyi-sembunyi menutupi “identitas” barunya sebagai waria | ||
Akuilah, Aku Ini Perempuan.. Menjadi waria dan sering menerima tindakan diskriminasi dan penekanan dari orang sekitar, tak menghentikan langkahnya untuk berhenti berbuat baik termasuk menjadi penyokong ekonomi keluarga, pihak terdekat yang justru kerap menyuruhnya untuk kembali ke “identitas” awal. Jalan Tanah Merdeka Raya, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, tepatnya di sisi kanan jalan terdapat sebuah rumah kecil yang dijadikan tempat usaha salon, sekaligus sebagai tempat tinggal. Ya, Salon Ulfie. Namanya diambil sesuai dengan nama pemiliknya. Meski tak terlalu tinggi, tubuhnya cukup proposional untuk ukuran perempuan. Dengan langkah gemulai serta rambut panjang menjuntai sedikit merah kecoklatan, sang pemilik memperkenalkan diri. Suaranya terdengar lembut, khas perempuan sejati. | Aku Terjebak di Tubuh pria Lahir dan dibesarkan di Aceh, demikian Ulfie Samarkilang, yang bernama asli Zulfikar, serta memiliki panggilan kesayangan Koko menjalani hidup. Lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara, Ulfie sudah menjalani kehidupan yang “berbeda” dengan teman-tema pria sebayanya. Ulfie kecil sering bergaya seperti perempuan dan menyukai permainan yang lebih sering dimainkan oleh anak-anak perempuan seperti main karet atau boneka. Awalnya, sebelum Ulfie memiliki adik perempuan, pasangan keluarga Daud Samarkilang dan Nurfatimah memiliki lima anak yang kesemuanya laki-laki. Menurut Ulfie, seperti yang dituturkan salah seorang keluarga, ketika mengandung Ulfie, sang Ibu menginginkan anak perempuan. Namun tatkala menghadapi kenyataan melahirkan anak laki-laki lagi, sang Ibu tak bisa mentolerir saat Ulfie suka dengan mainan-mainan perempuan. “Ya tiba-tiba, aku suka aja mainan-mainan perempuan. Ya mengalir begitu aja. Aku ngerasa, lho kok aku perempuan? Aku nanya kenapa aku seperti perempuan. Terus itu ditentang sama Mama. Kata Mama aku dilahirkan laki-laki,” kenang Ulfie. | |